logo

.
Wednesday 03rd of September 2014    

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Powered By therelax.com

Kata Bijakku Hari Ini...


Kerusakan lingkungan PDF Cetak E-mail
Kerusakan Lingkungan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Negeri ini dikaruniai sumber daya alam yang melimpah, baik kekayaan alam hayati maupun non hayati. Namun tidak semua menikmati sumber alam itu. Rakyat masih terbelenggu kemiskinan, kebodohan dan keterasingan di negeri sendiri. Coba kita lihat banyak masyarakat yang terusir dari tanahnya sendiri. Hak-hak adat yang terpinggirkan, banyak sumber alam yang tergali, sementara itu kehidupan mereka yang tidak beranjak lebih baik.

 

Semenjak runtuhnya Orde Baru, masyarakat mencoba semakin berani untuk beraspirasi dan mengekspresikan tuntutannya terhadap kesenjangan dalam pengelolaan sumber daya alam. Masyarakat makin kritis dan mampu melakukan kontrol sosial terhadap usaha SDA.

Hal ini menuntut para pelaku usaha untuk menjalankan usahanya dengan semakin bertanggungjawab terhadap lingkungan sekitarnya terhadap kerusakan, bencana dan malapetaka akibat ekploitasi SDA yang ada. Memberi kesadaran dan mulai merubah paradigma lama bahwa kekayaan SDA yang ada bukan hanya digali terus tanpa kontribusi positif terhadap lingkungan sosialnya. Wujud kesadararan baru itu tentang pentingnya melaksanakan apa yang kita kenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR).

Pemahaman itu memberikan pedoman bahwa korporasi bukan lagi sebagai entitas yang hanya mementingkan dirinya sendiri saja. Sehingga mereka teralienasi atau mengasingkan diri dari lingkungan masyarakat di tempat mereka bekerja, melainkan sebuah entitas usaha yang wajib melakukan adaptasi kultural dengan lingkungan sosialnya (Mas Ahmad Daniri:2007).

Selanjutnya konsep CSR adalah basis teori tentang perlunya sebuah perusahaan membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitarnya. Secara teoretik, CSR dapat didefinisikan sebagai tanggung jawab moral suatu perusahaan terhadap para strategic stakeholders-nya, terutama komunitas atau masyarakat disekitar wilayah kerja dan operasinya. CSR memandang perusahaan sebagai agen moral. Dengan atau tanpa aturan hukum, sebuah perusahaan harus menjunjung tinggi moralitas.

Parameter keberhasilan suatu perusahaan dalam sudut pandang CSR adalah mengedepankan prinsip moral dan etis. Yakni menggapai suatu hasil terbaik tanpa merugikan kelompok masyarakat lainnya. Salah satu prinsip moral yang sering digunakan adalah golden rules, yang mengajarkan agar seseorang atau suatu pihak memperlakukan orang lain sama seperti apa yang mereka ingin diperlakukan. Dengan begitu, perusahaan yang bekerja dengan mengedepankan prinsip moral dan etis akan memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat.

Upaya pengembangan SDA dan investasi saat ini terus dikembangkan dalam kegiatan penanaman modal. Pasal 1 UU Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal menjelaskan bahwa penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal. Hal itu meliputi penanaman modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia.

Penanaman modal ini merupakan bagian dari penyelenggaraan perekonomian nasional dan ditempakan sebagai upaya untuk meningktakan lapangan kerja, pembangunan ekonomi berlanjutan dan kemajuan teknologi. Sehingga dapat mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam sistem perekonomian yang berdaya saing.

Implementasi dari prinsip tersebut berupa tanggung jawab sosial perusahaan yang pada Pasal 15 huruf (b) UU Nomor 25 Tahun 2007 menyatakan bahwa tangggung jawab sosial perusahaan adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaaan penanaman modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat. Sehingga dalam pengelolaan SDA, kerusakan-kerusakan lingkungan yang timbul dapat diantisipasi dan ada biaya pemulihan lingkungan. Mengenai tanggung jawab sosial dam lingkungan Pasal 74 UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menyatakan bahwa perseroan yang menjalan kegiatan usahanya dibidang dan /atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroaan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Ketentuan lebih lanjut mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan di atur dengan Peraturan Pemerintah. Kemudian pada penjelasan pasal 74 ayat (1), ketentuan ini bertujuan untuk tetap menciptakan hubungan perseroan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungann, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat.

Dengan demikian tanggung jawab sosial dan lingkungan yang bertujuan mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat bagi perseroan itu sendiri, komunitas setempat, dan masyarakat pada umumnya. Hal ini dalam rangka mendukung terjalinnya hubungan perseroan yang serasi,seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat.

Kegiatan usaha perseroan berkaiatan dengan mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam, atau perseroan yang tidak mengelola atau memanfaatkan sumber daya alam, tetapi kegiatan usahanya berdampak pada fungsi kemampuan sumber daya alam. Ini yang ditekankan dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pada konteks ini nilai hakiki dari tanggung jawab sosial dan lingkungan tersebut dengan adanya penetapan biaya perseroan yang dilakasanakan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. Anggaran itu harus dimuat dalam laporan tahunan perseroan.

Kedepan, yang perlu dilakukan adalah pengawasan terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan ini pada perseroan-perseroan. Sebab, kelemahan dari UU Nomor 40 Tahun 2007 adalah tidak adanya sanksi bagi persero yang tidak melaksanakan, padahal semua upaya itu demi lingkungan kita agar terhindar dari kerusakan.


 

Hallo BLH Kota Bengkulu

bottom

Dijalankan dengan Joomla!. Designed by: Free Joomla 1.5 Template, web hosting. Valid XHTML and CSS.